Buah Kedermawanan



 Suatu hari,  ada seorang pemuda yang bekerja sebagai pedagang baju bernama Bayu, ia berasal dari keluarga yang miskin, ia adalah tulang punggung keluarganya dan selalu bekerja keras. Setiap hari Bayu menjual baju-baju bekas di pasar dekat desanya, meskipun banyak orang yang tidak tertarik untuk membelinya.
Di sebelah tempat ia berjualan, ada seorang pedagang yang bernama Toni, ia juga menjual baju-baju untuk berdagang, tetapi baju yang dijualnya lebih berkualitas daripada barang dagangan Bayu, sehingga membuat Toni merasa sombong dan tidak merasa tersaingi melihat banyaknya pembeli yang membeli dan tertarik pada barang yang Toni jual. Toni dan Bayu selalu berdagang pada waktu yang bersamaan, mereka berangkat pada pagi dan pulang siang menjelang sore hari.

Suatu siang, ketika keadaan sedang sepi pembeli, “Kenapa hari ini begitu sepi?” keluh Toni. “Mungkin zaman sekarang sekarang orang-orang lebih suka membeli barang-barag yang ada di supermarket yang kualitasnya sangat jauh dari barang yang kita jual” kata Bayu.

“Huh, biasanya aja banyak pembeli yang mau membeli barang daganganku daripada daganganmu” kata Toni dengan sombong, sedangkan Bayu tidak meresponnya dan hanya tersenyum.

Sebenarnya, Bayu jarang mendapatkan pembeli, dan ingin sekali mendapatkan pembeli untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Di hari berikutnya, Bayu  mempunyai ide untuk memberikan harga diskon untuk barang dagangnya, ia memberi diskon 30%. Toni yang melihatnya tidak mau kalah dan tidak mau tersaingi melihat Bayu yang memberikan diskon agar dagangannya kali ini laku. Tapi, Toni berpikir jika memberi diskon pada barang dagangannya ia akan rugi dan ia juga berpikir kalau baju-bajunya pasti juga akan laku hari ini melihat kualitas baju yang dijualnya lebih bagus daripada Bayu. Hari itupun beberapa pembeli lebih banyak dari kemarin, Bayu bersyukur karena dapat penghasilan yang cukup untuk hari ini.

Tiba-tiba, ada seorang yang datang menghampiri tempat berjualan Toni, “Lihat, ada seseorang yang ingin membeli barang daganganku lagi.” Kata Toni ketika ada seorang wanita yang ingin membeli baju-bajunya.

“Aku ingin membeli beberapa baju darimu, aku akan membeli baju yang kira-kira akan cocok denganku.” Kata wanita tersebut.

Toni mulai mencari baju yang paling mahal dijualnya, karena ia ingin mendapatkan keuntungan yang banyak dengan memberikan baju-baju yang mahal pada wanita tersebut. Lalu wanita tersebut membayarnya, anehnya ia tidak membayar langsung tetapi ia memberikan sebuah kertas yang bertulisakan harga dari yang ia beli, Toni berpikir bahwa itu adalah sebuah cek.  Toni pun sangat bergembiraa karena ia berpikir bahwa wanita tersebut memberikan banyak uang pada cek tersebut. Wanita itu langsung pergi dengan tergesa-gesa.
Toni mulai memamerkan hal tersebut kepada Bayu, setelah kejadian itu ada seorang pengemis datang kepada Toni, ia pun langsung mengusirnya. Bayu yang melihatnya merasa kasihan kepada pengemis itu , dan bayu langsung memanggil pengemis tersebut, ia mengambil salah satu baju dagangannya dan memberi sedikit uang pada pengemis itu.

“Aku sangat berterimakasih padamu” kata pengemis itu kepada Bayu.
“Tidak apa-apa, aku senang membantumu” balas Bayu dengan senyum.

Setelah pengemis itu pergi, datang seorang pria yang tampak kaya menghampiri tempat berjualan Bayu, ia mengatakan bahwa ingin membeli baju yang ia jual. Bayu hanya terkejut karena dia tidak pernah mendapati seorang yang berpenampilan modern seperti pria tersebut ingin membeli barang dagangannya.

Pria itu mengatakan bahwa ia ingin membeli seluruh baju yang dijual Bayu, Bayu yang keheranan bertanya “Mengapa kau ingin membeli pakaian bekas yang dijualku? Karena kamu mungkin tidak pantas untuk memakainya” 

“Pakaian-pakaian ini akan kuberikan pada orang yang tidak mampu seperti pengemis-pengemis tadi, mereka pantas untuk mendapatkan bantuan dari orang yang mampu sepertiku, aku hanya belajar darimu, walaupun orang yang kurang tercukupi kebutuhannya sepertimu kau masih mau mengasihi orang yang ada di bawahmu.” Kata pria itu kepada Bayu

“Aku akan membeli semua baju yang kau jual dan aku akan memberimu uang yang lebih” kata pria yang ingin membeli barang dagangan Bayu itu.

Betapa bersyukurnya Toni mendapati seorang yang sangat baik kepadanya. Ketika Toni dan pria tersebut sedang saling berbicara seorang polisi yang sedang mengejar seorang wanita buronannya. Polisi itu menghampiri orang-orang yang ada di pasar tersebut dan memberikan ciri-cirinya karena ia selalu melakukan penipuan dengan modus memberikan cek.

Toni yang mendengarnya merasa  terkejut karena ciri-ciri yang disebutkan oleh polisi tersebut sama dengan wanita yang membeli barang dagangannya dan memberikan cek padanya. Toni merasa rugi karena ia telah tertipu dengan wanita itu dan memberitahu pada polisi yang mencarinya.

Toni merasa sedih dan menyadari kesombongan-kesombongandan ejekan yang ia selalu berikan kepada Bayu. Bayu pun merasa kasihan pada Toni dan memberikan sedikit apa yang dia dapat hari ini, Toni meminta maaf kepada Bayu dan Bayu pun memaafkannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Kotak Karel

Kenangan Masa SMA

Berubah Sudah Semua